Review Film “After Earth”

Jadi hari rabu kemaren gw iseng sama suami nonton di Lippo mall karawaci. karena udah nonton Fast dan Farious 6, liat twitter New Parent Academy (@NParentAcademy) bilang film ini bagus.

ini secuil synopsis dari http://www.21cineplex.com

1000 tahun setelah manusia dipaksa untuk meninggalkan bumi karena bencana alam dahsyat, seorang remaja bernama Kitai Raige (Jaden Smith) dan ayahnya, Cypher (Will Smith) mengalami kecelakaan di permukaan Bumi. Cypher terluka parah, Kitai melakukan perjalanan berbahaya untuk mencari bantuan. Sepanjang jalan ia menghadapi medan
yang belum terpetakan, revolusi spesies hewan yang menguasai planet Bumi

klo dijabarin ala gw aja yah jdnya gini😛

Bumi udah rusak 1000 th karena ulah manusia juga yang terpaksa ga bisa ditinggalin dan semua manusia dipindahkan ke planet tripton or something lah (gw lupa namanya). diplanet itu ternyata alien juga melepaskan hewan yang kerjaannyanya ngebunuh manusia (ursa namanya) sebenernya ursa ini buta tp dia bisa mendekteksi keberadaan manusia lewat hormon fermon *or something* yang timbul akibat rasa takut. nah Cypher (will smith) ini merupakan jendral sebuah pasukan yang membasmi ursa itu. dia dikenal dengan fenomena “menghantu” aka tidak terliat oleh ursa karena tidak memiliki rasa takut jd Kitai itu mau menjadi pasukan pembasmi itu tapi tidak diluluskan oleh komandan pasukan. Kitai mau membuktikan kepada ayah nya kalo dia bisa sehebat ayahnya. ternyata dibalik itu semua ada kejadian dimana dulu kakanya (udh jd anggota pasukan) Kitai itu dibunuh oleh ursa ketika Kitai masih kecil dengan teriak memanggil ayahnya sedangkan kitai di taro di kotak kaca biar tidak terlihat oleh ursa dan menimbulkan trauma sehingga kitai tumbuh jd anak yang penakut dan panikan.

Petualangan dimulai saat kitai diijinkan ayah nya untuk ikut pelatihan yg dipimpin ayahnya ke suatu planet dengan membawa ursa yg dikerangkeng. awalnya sih perjalanan mulus sampai kitai ini penasaran masuk keruang yang bertuliskan hanya boleh dimasuki oleh pasukan khusus (tempat si ursa itu), singkat cerita terjadi lah macam hujan meteor yang menyebabkan pesawat rusak dan harus mendarat diplanet terdekat. Jendral ini terpaksa menurunkan pesawat itu di Bumi (merupakan planet Karantina tingkat 1, Bahaya deh pokoknya karena mahluk hidup yg didalamnya berevolusi untuk membunuh manusia juga *mati ga loh*), pesawat nya terbelah dua dan yang selamat cuma kitai dan ayahnya sedangkan awak yang lain mati. Sesuai prosedur penyelamatan di kapal itu ada alat yg ditembakan itu loh (yg bisa ngasih tau lokasi kita..*apasih namanya) tp apesnya alat yang ada di badan pesawat rusak karena terbentur, jadi cuma ada dan harus ngecek yang ada di ekor pesawat dimana si ursa itu berada. Ayah nya kitai mengalami cidera patah tulang kaki sehingga ga bisa ambil alat itu yang jatuhnya sejauh 100 km dr badan pesawat sementara kitai doang yang sehat walafiat gara2 sebelum jatuh itu sempet disuruh ayahnya pake sabuk pengaman dan pake masker. Misi Kitai adalah mengambil alat tersebut agar nyawa mereka berdua selamat dengan 3 kemungkinan : yaitu ursa nya mati ketika ekor pesawat jatuh, ursa masih berada di cangkang kerangkengnya atau yang terburuk adalah ursa terlepas dan berkeliaran bebas, jelas jelas kitai jiper sama ursa tp kondisi ayahnya ga mungkin. Dengan pembekalan penjelasan ayahnya dan alat canggih untuk bertahan hidup sisa nya tergantung gimana kitai beradaptasi dengan lingkungan bumi saat ini yaitu kalau matahari sudah terbenam atau menjelang sore suhu menurun 5 derajat tiap 10 menit.

Ada beberapa bagian yg menurut gw menyentuh bgt kayak waktu kitai itu ditangkep sama burung elang raksaksa buat jadi makan anak2nya tp tiba2 ada sekelompok harimau buat mangsa anak2 burung itu dan kitai ngebantuin ngusir harimau tp sayangnya anak2 burung itu mati semua sehingga siinduk stress trus adegan lain saat kitai ditolongin sama burung elang raksaksa karena telat sampe ke tempat yg hangat pada sore hari dan burung elang itu  mati.. Menyentuh bgt ;’) dan banyak adegan menegangkan saat ursa menemukan sosok kitai dan sampai akhirnya kitai jg menjadi femonena “menghantu” dan ngebunuh ursa dan berhasil menembakan sinyal alat penyelamat dan menyelamatkan ayahnya.

Anak itu macam cerminan orang tua. mau anaknya jd orang baik ya sebagai orang tua harus jd pribadi yang baik juga.

Ps: dan pake acara mati lampu dong satu mall :))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: